Gaga Sakit Mata

| | Comments (19)

Buat yang baru2 ketemu Gaga, pasti notice deh kalo matanya tu bintitan. Sebetulnya udah agak lama sih, 2 bulan lalu sempet dibawa ke dokter umum, dikasih salep. Sempet (sepertinya) mengecil, tapi trus ada lagi. Dan sejak seminggu belakangan, keliatan ngegedein, sampe terasa mengubah penampilan dia :) *jadi kaya yang caleuy terus gitu.. Gue emang gak panik, karna dia sendiri ngga ngerasa terganggu. Katanya gak gatel atau sakit.

Tadi malem, karna kerasa kalo bintil nya itu gede banget, jadinya gue paksain cari dokter mata. Kebetulan ngga jauh dr rumah gue, ada klinik mata namanya klinik Netra. Tempatnya bagus, interiornya adem dan nyaman.
Saat itu pas ada dokter yang spesialis penyakit mata anak juga, yaitu dokter Panji Akbar, yang adalah bokapnya temen gue, Maula. Setelah diperiksa, katanya benjolannya udah termasuk besar. Dan diperkirakan isinya lemak yg gak bisa kempes sendiri. Harus diambil. Operasi kecil lah.

Duh gue pertama denger kaya disamber gledek deh. Jadi harus bius total, karna gak mungkin pekerjaan seperti itu dilakukan pada saat anak sadar atau dengan bius lokal. Mata gitu loch.. Dan diharapkan secepatnya, supaya engga tambah besar.

Ternyata dokter anastesinya tu suaminya Maula, dokter Dedi. Langsung gue kontak Maula deh, trus akhirnya telpon2an sama dokter Dedi. Kita bicarain option cara pembiusannya mau gimana. Trus gaga diminta puasa 6 jam pre-op.

Wow, 6 jam! Walopun anak gue bukan yang doyan makan gimana, tapi tetep aja kebayang susahnya untuk minta dia ngga makan, terutama susu. Untungnya air putih, masih bisa sampe 2 jam sebelum operasi.

Jadi dijadwalkan hari ini deh, selasa sore jam 4 nanti. Pakenda bakal ke bandung hari ini. Gak sanggup deh kalo harus sendirian. Untungnya dia bisa ke bandung juga siang ini. Fiuh. Jadinya gak ngajar hari ini, mudah-mudahan para mahasiswa mengerti, nanti kan dicari jam penggantinya :)

Sempat diskusi juga tentang siapa aja yang ada di ruangan nanti. Bakal ada dokter anastesi, dokter mata dan perawat. Sempat tanya ortu boleh masuk ngga. Kata pak dokternya, "sok aja kalo tega liat anak dikikitu" huhuhu... bener juga ya. Ya udah pasrah aja sama yang di Atas. Dan percaya aja sama dokter2 yang mengerjakan nanti.

Menurut kabar, ini operasi kecil sih.. ngga usah terlalu kuatir. Tapi tetep aja, gue agak2 emosional.
Mohon doa dari semua, semoga lancar dan cepet sembuh setelahnya.. Amiinn..

Ini ada artikel di Nikita yang lumayan menerangkan tentang penyakit matanya Gaga. Semoga bermanfaat buat yang lain :). Bintitan Bukan Gara-gara Ngintip lo

:)

BINTITAN BUKAN GARA-GARA HOBI NGINTIP, LO!

Mitos bintitan gara-gara hobi ngintip berkembang sedemikian subur dari generasi ke generasi. Padahal yang benar, bintitan muncul karena adanya peradangan dan infeksi.

Puluhan tahun lalu, saat rumah tinggal masih berdinding bilik bambu, mungkin saja orang jadi bintitan lantaran gemar ngintip. Besar kemungkinan karena ada kotoran dari bilik bambu yang rontok lalu mengenai kelopak mata sehingga menyebabkan infeksi. Sayangnya, mitos tersebut masih saja terus berkembang meski kini dinding rumah sudah terbuat dari beton. Apa sebenarnya bintitan dan bagaimana menanganinya?

DARI PERADANGAN SAMPAI INFEKSI

Kalangan awam menganggap semua benjolan di kelopak mata sebagai bintitan. Padahal secara medis hal tersebut harus dibedakan menjadi:

* Hordeolum, yakni benjolan di kelopak mata yang disebabkan oleh peradangan di folikel atau kantong kelenjar yang sempit dan kecil yang terdapat di akar bulu mata. Bila terjadi di daerah ini, penyebab utamanya adalah infeksi akibat bakteri.

* Chalazion, yakni benjolan di kelopak mata yang disebabkan peradangan di kelenjar minyak (meibom), baik karena infeksi maupun reaksi peradangan akibat alergi.

Mengingat penyebabnya adalah peradangan dan infeksi, maka sangat mungkin jika bintitan menimpa siapa saja, dari kanak-kanak hingga kalangan dewasa. Meski kasus bintitan jarang ditemukan pada bayi di bawah 6 bulan. Ini bisa dimaklumi karena di rentang usia ini kebersihan bayi umumnya masih sangat terjaga. Angka kejadian bintitan paling banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Ini karena anak usia sekolah sudah main ke sana kemari tanpa memperhatikan faktor kebersihan dan kesehatan. Mungkin saja usai main di tempat kotor, tanpa mencuci tangan lebih dulu, ia mengucek matanya yang terasa gatal karena kemasukan debu. Tak heran kalau kemudian terjadi infeksi atau peradangan yang menyebabkan bintitan.

Selain itu, anak-anak yang mewarisi bakat alergi dari orang- tuanya juga lebih rentan mengalami bintitan. Biasanya karena makan makanan pemicu alergi atau ada pemicu yang menyebabkan alerginya kambuh sehingga memunculkan peradangan di kelopak mata, baik di kelenjar minyak maupun kelenjar lainnya. Secara umum kelenjar tersebut tidak bermasalah, namun lingkungan di sekitar kelenjarlah yang rentan terhadap peradangan.

Bintitan bisa diibaratkan dengan sebuah pipa yang ujungnya tersumbat. Penyumbatan itu menyebabkan minyak yang diproduksi tidak dapat dialirkan dengan sempurna yang akhirnya menyebabkan pembengkakan. Karena alergi biasanya diturunkan, maka orangtua yang memiliki alergi dan gampang bintitan seharusnya lebih waspada terhadap kondisi anaknya. Bukan tidak mungkin si anak mempunyai kecenderungan yang sama pula.

BINTITAN BERULANG

Ada anak yang hanya sesekali dalam hidupnya mengalami bintitan, tapi ada juga yang "langganan" terkena gangguan yang satu ini. Baru sembuh dari bintitan, 1-2 bulan kemudian sudah bintitan lagi. Begitu seterusnya. Nah, khusus untuk anak-anak seperti ini, mau tidak mau hal-hal yang diduga sebagai penyebabnya haruslah dihindari.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah agar bintitan tidak berulang:

· Jaga kebersihan

Sebenarnya menjaga kebersihan tidak sebatas pada kelopak mata saja karena menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh memang dianjurkan secara medis. Intinya, bila kebersihan tubuh selalu terjaga setidaknya meminimalkan peluang bakteri menginfeksi/menimbulkan peradangan, termasuk pada kelopak mata yang menyebabkan bintitan.

· Kebiasaan cuci tangan

Seperti sudah disebut, pada usia anak-anak, bintitan paling sering terjadi bila tangan kotor tanpa sengaja digunakan untuk mengucek mata yang terasa gatal. Meski kelihatannya sepele, gerakan kecil ini bisa memunculkan efek yang tidak kecil. Kalau ada bakteri yang ikut terbawa saat mengucek tadi bukan tidak mungkin besoknya sudah jadi bintitan.

· Waspada jika sering gatal

Bila mata terasa gatal-gatal atau bahkan sering gatal, sebaiknya bersihkan dengan tetes mata atau sekadar dikompres. Jadi, jangan dibiarkan saja karena sangat mungkin rasa gatal tersebut merupakan gejala awal terjadinya peradangan.

· Mata lelah

Bila mata sering difungsikan secara maksimal karena kurang tidur, terlalu banyak membaca, main games di komputer atau teve, bukan tak mungkin mata jadi lelah, gatal, dan terjadi peradangan. Keluhan seperti ini umumnya dialami oleh anak yang berbakat bintitan. Namun kondisi yang sama mungkin saja tidak berlaku pada tiap anak meski aktivitas yang dilakukannya tidak jauh berbeda.

KOMPRES HANGAT

Sebelum benar-benar bengkak, orangtua sebenarnya bisa memberi pertolongan pertama. Begitu bangun tidur, contohnya. Jika mata anak terlihat kotor, merah, berair, diraba terasa keras meski belum sampai ada benjolan, itulah tanda-tanda bintitan. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengompresnya dengan air hangat. Berikut macam kompres yang bisa dilakukan:

* Dengan kain yang direndam air hangat

Caranya: kain (handuk kecil atau saputangan) direndam dalam air hangat kemudian usapkan ke mata anak secara perlahan. Lakukan 3 kali sehari.

Keuntungannya: Mata terasa lebih segar karena tetesan air hangat bisa langsung terasa di mata.

Kerugiannya: Tidak bisa dilakukan di sembarang tempat karena tetesan air akan menyebabkan tempat jadi basah.

- Dengan botol yang diisi air hangat

Caranya: Cuci botol yang terbuat dari beling sampai bersih kemudian isi dengan air hangat. Letakkan botol tersebut di kelopak mata yang terasa mengeras/mengganjal.

Keuntungannya: Lebih praktis karena tidak ada tetesan air. Bisa dilakukan di mana saja, termasuk di mobil selama dalam perjalanan.

Kerugiannya: Bila posisi atau ukuran botol tidak tepat, anak akan merasa tidak nyaman saat dikompres.

* Kombinasi antara keduanya

Sebaiknya kombinasikan kedua cara di atas. Bangun tidur selagi masih di rumah, lakukan kompres dengan kain, sehingga anak merasa matanya lebih segar. Kompres dengan botol bisa dilakukan saat perjalanan menuju atau sepulang sekolah dalam mobil.

RAGAM PENANGANAN

Meski bintitan sering dianggap sebagai penyakit penampilan, namun bila dibiarkan dalam jangka panjang tak mustahil bakal berakibat fatal. Boleh jadi bengkaknya kempes, tapi infeksi/peradangannya tidak sembuh-sembuh tuntas karena bolak-balik muncul dan muncul lagi. Selain itu, pembengkakan yang relatif besar jelas akan mengganggu fungsi mata. Artinya, kendati tidak sampai menimbulkan kebutaan, namun pandangan jadi kabur karena terganggunya pembiasan cahaya.

Bila kompres mata sudah dilakukan beberapa kali namun rasa mengganjal di kelopak mata tak kunjung hilang, atau bahkan ada benjolan lain yang kian membesar, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapatkan beberapa penanganan berikut:

* Tetes mata

Tetes mata yang diresepkan umumnya adalah tetes mata yang mengandung antibiotik dan steroid. Untuk anak yang lebih kecil, tetes mata ini lebih mudah digunakan. Misalnya diakali dengan menunggunya sampai tertidur lalu meneteskannya sesuai anjuran di ujung matanya, kemudian tarik sedikit bagian bawah mata, hingga tetesannya ikut mengalir mengenai bola mata.

* Salep

Salep adalah pilihan selanjutnya bagi anak yang sudah lebih besar atau orang dewasa. Salep mata yang diresepkan biasanya juga mengandung antibiotik dan steroid.

* Obat oral

Bila dirasa kurang, dokter akan menambahkan antibiotik yang dikonsumsi secara oral alias diminum selain salep mata dan tetes mata tadi.

OPERASI SEBAGAI SOLUSI

Bila bintitan sudah terlalu besar atau yang bersangkutan memang sering sekali bintitan, umumnya obat tetes/salep dan antibiotik yang dikonsumsi oral tak lagi memadai. Kalau sudah begini, biasanya dokter akan menyarankan operasi. Tak perlu membayangkannya sebagai operasi besar karena operasi ini sebenarnya adalah pembedahan kecil (1-2 cm) di tempat munculnya benjolan. Kemudian dengan alat khusus (semacam "sendok"), isi benjolan akan "dikerok" untuk dibuang.

Bila benjolan ada di luar kelopak mata, sayatan bisa dilakukan dari luar. Akan tetapi kalau benjolan tersebut di dalam, maka kelopak mata harus "dibalik" dan dijepit sebelum dilakukan sayatan. Setelah selesai, sementara waktu mata akan ditutup dengan perban guna mencegah agar tidak terjadi perdarahan lebih lanjut.

Adapun anestesi yang digunakan untuk anak yang sudah relatif besar atau orang dewasa adalah bius lokal, yakni hanya di sekitar tempat sayatan. Namun untuk anak yang masih kecil, biasanya akan dilakukan bius umum karena dikhawatirkan ia akan meronta kesakitan. Bila ini yang terjadi bukan mustahil alat-alat yang digunakan untuk operasi akan melukai bola mata atau bagian mata lainnya. Operasinya sendiri termasuk operasi kecil yang tidak makan waktu lama. Keuntungannya, bintitan tidak akan muncul lagi di tempat yang sama karena permukaan kelenjar tersebut sudah rusak. Kalaupun bintitan muncul lagi, terjadinya pasti di tempat lain.

Marfuah Panji Astuti. Foto: Agus/NAKITA

Narasumber:

Dr. Hadi Prakoso, Sp.M.,

dari Klinik Mata Nusantara, Jakarta

19 Comments

didut said:

semoga cepet sembuh ya mbak

riri said:

Nita,

Kenalan dulu yah .....
Benernya ud lama gue baca baca blog loe ini, tapi karna ud vacuum lama jadi ga pernah komen deh .... ini baru ngebuka lagi, dan ternyata ud mulai di update lagi ....

Kiss buat Gaga ....:)

bayu said:

hmm tabah aja bu'. Saya bantu dengan doa dari sini.

nita said:

Bayu, Didut dan Riri, thanks ya :) Alhamdulillah tadi lancar operasi kecilnya :) Smoga cepet pulih tu anak kecil.. hehehe

Githa said:

Kuatir mahh pasti atuhh........namanya anak...apalagi masih kecil. tapi buat sedikit meredakan (mungkin) kekhawatiran tadi, FYI saya sendiri sudah sekitar 5 kali melakukan operasi pengangkatan semacam bintitan tadi bergantian di kedua mata. hanya sj,anestesi lokal. preventifnya, mungkin pakei kacamata.
Semoga lekas sembuh buat Gaga.

atta said:

Gimana sekarang?
Cepat pulih ya Ga ;)

Nita, welcome back -maafkeun telat ya- :D

PuTRi said:

gimana teh,
udah sembuh belom gaga nya?
waktu masa penyembuhannya sakit gak?
soalnay aku punay dua temen yang ngalamin hal yang sama, percis, bedanya mereka uda pada gede2 (alias tua ;p)...

semoga udah sembuh ya gaga sekarang..
amiin..

yusepa said:

kenalan dulu ya...
Aku dr Sby...
Gmn keadaan stlh operasi?kebetulan anakku sekarang lg kena problem yg kurang lebih sama,n hrs operasi.Bagi2 saran donk,...
Buat Gaga cepet sembuh....

ratnadwi said:

saya ratndwi siswa SMA kelas 3 di BEKASI, , ,
apa benar mengobati mata bintitan bisa dengan mencuci mata denag campuran air hangat dan daun sirih????????

Laptop Bekas said:

banyak2 makan juice wortel mbk nita, biar matanya sehat selalu

salam sukses

Laptop Bekas

Husna said:

Saya agak trauma dengan yang namanya bius total. Anak saya sudah 2 kali operasi karena sumbing. Dan sekarang, dia ada masalah dengan matanya, saluran matanya gak mau buka, da dia juga mengalami penurunan kelopak mata, sehingga mengganggu penglihatannya. Dan satu lagi, testisnya belum turun. Saya minta do'a pada semua semoga semua bisa disembuhkan tanpa operasi. Saya takut, kalo harus operasi.

CD Tutorial said:

hanya mau berbagi tips pilih obat mata, kalau aku pas kena sakit mata, aku selalu pilih cendro citrol, memang sedikit perih di mata dan pahit di tenggorokan, tapi bisa sembuh dalam 1 hari, silakan di coba mbk

salam kenal
Aliya

CD Tutorial

retno said:

Waduh mbak denger operasi kok jadi takut mengingat ni anakku 2 th matanya lagi bintitan n dah sering sih kayak gitu tapi rajin dikompres trus ilang...cuman yg skr mayan besar n cuman dikasih salep ma dokter..

wawan said:

mau tanya : saya jarang kena bintilan di mata, kok sekarang sering kena. baru sembuh tumbuh lagi.... apa ya... solusinya

Minum said:

engga bisa disepelein tuch bintitan ya....

hery said:

klo saya kena bintitan koq gak merah seperti meradang ya...?
tonjolan dimata kanan kadang2 mengecil kadang2 membesar tapi gak mw hilang...
ada yang tau gak kenapa koq gitu...?

vena said:

assalammualaikum
sebenarnya saya adalah pengidap penyakit timbilan/bintitan
saya mau tanya obat/salep apa yg bs menyembuhkan penyakit bintitan aq itu

rere said:

masalah dengan sakit mata, semprot aja dengan ionic silver water pasti beres. ionic silver water adalah Suplemen Alami Multifungsi, meningkatkan kekebalan tubuh dan sistem imun terhadap berbagai penyakit, meregenerasi sel dan jaringan yang rusak, mengurangi beban pathogen dalam tubuh, membunuh lebih dari 650 macam virus, bakteri, kuman dan jamur.
aman digunakan untuk semua umur dan organ tubuh manusia, tidak mengandung radikal bebas, tidak mempunyai efek samping, dapat digunakan bersama dengan obat-obatan, jamu, atau suplemen lain, tidak ada resiko over dosis atau ketergantungan.
dapat menyembuhkan berbagai macam masalah kesehatan seperti :
sakit mata, mata merah, mata berair, Sakit gigi, gusi bengkak, gusi berdarah, bau mulut, Sariawan, Cholera, Disentri, Diare, keracunan, sebagai detox (menghilangkan racun-racun dalam tubuh), influenza, flu tulang, cikungunya , batuk, radang tenggorokan, TBC, sipilis, herpes, cacar, infeksi jamur, bisur, borok, gudik, eksim, keputihan, lendir berlebih, bau pada vagina, jamur pada labia mayora, bau badan, dll.
caranya dengan dikumurkan selama 1 menit dan ditelan, sehari 3 kali atau lebih sesuai kebutuhan.
untuk pembelian Hubungi : rere 0878 878 98 878
harga : Rp. 15.000 ukuran 60 ml
Rp. 40.000 ukuran 500 ml
(harga belum termasuk ongkos kirim)

juanda said:

oa...bro,,!!
Gmn ya? Cra@ hilangin bintitan di mta, al@ sbulan sekali dtg ge tuh bintitan@, bròo..pa da tips gx cra ngatasinya? Lo ada tlg ksh tau ya bro..

Leave a comment

About this Entry

This page contains a single entry by published on July 15, 2008 11:49 AM.

Test! was the previous entry in this blog.

Happy Birthday Enda is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01